Lewat Penyaluran Kredit, BNI Dorong UMKM Agar Bisa Naik Kelas

Jelajah Ekonomi Desa - Kontan
Ilustrasi. Senin, 12 Juni 2023 | 09:00 WIB

Reporter: Nurtiandriyani Simamora

Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagai bank badan usaha milik negara (BUMN), PT Bank Negara Indonesia Tbk (Bank BNI) berupaya selalu ambil bagian dalam membangun perekonomian Indonesia. Ini antara lain dilakukan melalui pemberdayaan dan pembinaan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), agar perkembangan bisnis UMKM agar terus berlanjut.

Dengan mandat sebagai bank global Indonesia, BNI melakukan program pengembangan segmen UMKM untuk menembus pasar ekspor. Dengan peningkatan kapasitas dan kapabilitas pelaku UMKM yang dilakukan, BNI berharap dapat terus mencetak juara-juara UMKM yang memiliki kemampuan bersaing di pasar global. 

"UMKM merupakan salah satu segmen yang menjadi prioritas bagi kami. Potensinya sangat besar karena menjadi tulang punggung perekonomian negara," kata Sis Apik Wijayanto, Direktur Enterprise & Commercial Banking BNI kepada KONTAN, Minggu (11/6).

Bahkan, baru-baru ini, Bank BNI menyatakan komitmennya untuk selalu mendukung pelaku bisnis asal Indonesia di Singapura. Dengan kantor cabang Singapura yang telah berdiri sejak 14 Oktober 1955, BNI menjadi satu-satunya bank milik negara yang memiliki lisensi full-bank di Singapura.

Baca Juga: Wealth Management BNI Tumbuh 44%, Minat Investasi Masih Tinggi

Keberadaan bank pelat merah ini juga ditujukan untuk mendukung pelaku bisnis asal Tanah Air agar dapat berkembang dan menembus pasar Singapura. BNI sendiri turut melayani rekening giro, deposito, sindikasi kredit atau pinjaman komersial, hingga fasilitas kredit dan pembiayaan dagang.

Penyaluran kredit kepada pelaku usaha UMKM oleh BNI terus mengalami pertumbuhan. Adapun kredit kecil BNI didominasi oleh penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Portofolionya mencapai Rp 50,1 triliun, atau naik 7,8% secara tahunan pada kuartal I-2023.

Sementara itu, di sektor menengah, BNI memiliki segmen enterprise. Portofolionya mencapai Rp 52,2 triliun, naik 13,2% secara tahunan pada kuartal I-2023.

BNI terus menjalankan transformasi agar penyaluran kredit ke UMKM dapat lebih berkualitas. BNI membantu UMKM semakin naik kelas dengan terus membuat program terintegrasi, mulai dari pembinaan, pembiayaan modal kerja, hingga kebutuhan ekspor melalui platform BNI Xpora.

BNI Xpora adalah solusi digital yang ditujukan bagi pelaku usaha UMKM yang ingin meningkatkan kapasitas bisnisnya. Xpora menawarkan beragam layanan digital yang bisa digunakan oleh pelaku UKM dari berbagai tingkatan, mulai dari yang masih merintis hingga yang siap memperluas pasar.

Baca Juga: Praktis, Inilah Tahapan dan Cara Buka Rekening BNI melalui Online dan Cabang

Xpora dapat diakses dengan bebas oleh semua pelaku UMKM lewat domain xpora.id. Melalui portal ini, pelaku UKM bisa mengakses beragam fitur. "Kami berharap debitur UMKM BNI tidak hanya naik kelas, tetapi juga menghasilkan produk berkualitas ekspor, sehingga memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memperluas usahanya," kata Sis Apik.

Melalui kanal digital, Sis Apik menyampaikan pihaknya terus mengedukasi nasabah ritel untuk selalu menggunakan BNI Mobile Banking. Salah satu tujuannya agar transaksi pelaku UMKM tercatat dalam database perbankan dan lebih teratur.

Kanal lainnya yang memudahkan pelaku UMKM dalam menjalankan bisnisnya adalah BNIDirect. BNI sendiri mendorong agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan layanan pengelolaan kas seperti payment management, liquidity management, dan collection management, dalam mendukung operasional bisnisnya agar lebih optimal.

Salah satu cerita sukses binaan UMKM BNI adalah Wayan Ria Mariani, yang menekuni bisnis busana tenun endek siap pakai. Perlahan, rangcangannya menarik antusiasme pejabat negara hingga pembeli luar negeri. Ria merupakan pemilik butik Rhea Cempaka. Saat ini, dirinya merupakan satu dari sekian banyak usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) binaan BNI.

Baca Juga: Gelaran BNI Java Jazz Festival 2023 Bawa Multiplier Effect Ke Banyak Sektor Ekonomi

Semula, usaha Ria hanya berkonsentrasi pada pakaian adat Bali. Perlahan, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali mengusulkan pada perancang untuk melirik tenun endek ready to wear alias siap pakai.

Langkah ini rupanya membawa berkah tersendiri bagi Rhea Cempaka. Bekerjasama dengan sejumlah pengrajin tenun di Bali, Ria mulai merancang tenun endek yang langsung dapat dipakai. Puncaknya, hasil rancangan Ria dilirik oleh masyarakat internasional, terutama saat gelaran G20 di Bali pada November 2023.

BNI memfasilitasi Rhea Cempaka sebagai salah satu peserta pameran UMKM selama agenda akbar tersebut. Salah satunya tenun endek dan songket rancangannya dikenakan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo selama G20, saat pertemuan bilateral dengan pemerintah China. 

BNI berkomitmen untuk terlibat aktif dalam menggerakkan ekonomi Indonesia Maju dengan berfokus pada tiga hal yaitu, Go Global, Go Digital dan Go Green.  Tidak hanya berfokus untuk mendorong profitabilitas dan kinerja berkelanjutan, BNI juga mendorong upaya menggerakkan kinerja ekonomi agar dapat maju bersama.

Tag

Berita Terkait

Jelajah Ekonomi Desa Kontan
Didukung oleh:
BRI
OJK
Barito Pacifik
Bukopin
PLN
BNI
Rukun Raharja
BSI
Cimb Niaga
Telkom
Telkom
XL Axiata
Mandiri
logo astragraphia
logo modalku
tokio marine