Spindo (ISSP) Andalkan Pipa Berstandar Internasional untuk Garap Proyek Migas

Spindo (ISSP) Andalkan Pipa Berstandar Internasional untuk Garap Proyek Migas
Ilustrasi. Membangun infrastruktur migas butuh pipa baja kuat. Spindo bersertifikasi API 5L penuhi standar ketat. Simak perannya di sini. (Dok/Spindo )
Senin, 29 Juni 2026 | 18:07 WIB

Reporter: Shintia Rahma Islamiati

Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – PASURUAN. Program hilirisasi minyak dan gas (migas) membutuhkan jaringan pipa yang mampu beroperasi secara aman dan andal karena menjadi tulang punggung dalam penyaluran minyak mentah, gas alam, maupun produk turunannya.

Oleh sebab itu, penggunaan pipa yang memenuhi standar internasional menjadi salah satu faktor penting untuk menjamin kelancaran operasional sekaligus menjaga aspek keselamatan.

Melihat kebutuhan tersebut, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) menyediakan pipa baja untuk sektor migas yang telah mengantongi sertifikasi API 5L dari American Petroleum Institute (API).

Kepala Divisi Plant 4 Spindo, Dodik Hermawan, mengatakan sertifikasi API 5L menjadi syarat penting agar produk pipa dapat digunakan dalam berbagai proyek migas.

“Pipa kami sudah bersertifikasi API 5L. Jadi kami tidak akan bisa membuat pipa untuk sektor oil and gas kalau belum mendapatkan sertifikasi tersebut,” ujar Dodik saat ditemui di Unit 4 Spindo, Pasuruan, Rabu (24/6/2026).

Baca Juga: Infrastruktur Logistik Jatim Siap Dukung Hilirisasi Tambang dan Migas

Ia menjelaskan, untuk sektor migas Spindo memproduksi Spiral Submerged Arc Welded (SSAW) berdiameter besar yang digunakan pada jaringan transmisi minyak dan gas, serta pipa Electric Resistance Welded (ERW) yang telah memenuhi standar API 5L untuk berbagai aplikasi di sektor energi.

Produk API 5L Spindo tersedia dalam dua tingkat spesifikasi, yakni Product Specification Level (PSL) 1 dan PSL 2. Pipa dengan spesifikasi PSL 1 telah memenuhi persyaratan dasar untuk digunakan pada sistem transportasi minyak dan gas, sehingga banyak diaplikasikan pada jaringan distribusi gas maupun saluran pipa dengan tingkat risiko operasional yang relatif rendah.

Sementara itu, PSL 2 memiliki persyaratan yang lebih ketat. Selain memenuhi spesifikasi dasar, pipa pada level ini wajib melalui berbagai pengujian tambahan, seperti uji ketangguhan, uji ketahanan benturan, serta pengujian nondestruktif untuk memastikan tidak terdapat cacat yang tersembunyi.

PSL 2 umumnya digunakan pada proyek migas berskala besar, termasuk jaringan transmisi jarak jauh, pipa lepas pantai (offshore pipeline), maupun proyek yang beroperasi di lingkungan ekstrem seperti laut dalam dan wilayah bersuhu rendah.

Dodik menjelaskan, proses produksi API 5L juga menggunakan teknologi modern seperti controlled rolling, fine-grain steel, dan baja karbon rendah untuk menghasilkan pipa dengan kekuatan dan keandalan yang tinggi.

Sebelum dipasarkan, seluruh produk juga melewati serangkaian pengujian kualitas, mulai dari hydro test, inspeksi sambungan las menggunakan ultrasonik, pengukuran dimensi menggunakan mikrometer, hingga pengecekan kelurusan pipa.

"Lab kami cukup lengkap dalam melakukan pengujian. Jadi jika ada kebocoran kecil akan terdeteksi,” kata Dodik.

Kelebihan Pipa API 5L

Pipa API 5L dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri migas yang beroperasi pada kondisi bertekanan tinggi dan lingkungan ekstrem. Salah satu keunggulannya adalah memiliki ketahanan terhadap tekanan tinggi sehingga mampu mengalirkan minyak mentah, gas alam, maupun fluida lainnya secara aman.

Selain itu, pipa API 5L memiliki ketahanan terhadap korosi yang lebih baik sehingga dapat digunakan pada lingkungan dengan kelembapan tinggi, paparan air laut, maupun zat-zat korosif yang umum ditemui pada proyek migas.

Baca Juga: Spindo (ISSP) Genjot Sustainability Lewat Penambahan PLTS untuk Tekan Biaya Produksi

Pipa ini juga tersedia dalam berbagai ukuran dan spesifikasi sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek. Penggunaan material berkualitas tinggi serta proses produksi yang memenuhi standar internasional membuat umur pakainya lebih panjang sekaligus membantu menekan biaya perawatan dalam jangka panjang.

Digunakan untuk Berbagai Proyek Migas

Pipa API 5L banyak digunakan pada berbagai proyek minyak dan gas, mulai dari jaringan transmisi minyak mentah dan gas alam dari lokasi produksi menuju fasilitas pengolahan hingga jaringan distribusi energi.

Produk tersebut juga menjadi pilihan untuk proyek migas lepas pantai (offshore) karena mampu bertahan pada tekanan tinggi dan kondisi lingkungan laut yang ekstrem.

Selain itu, pipa API 5L digunakan pada jaringan distribusi minyak dan gas menuju kawasan industri maupun konsumen, sehingga menjadi salah satu komponen penting dalam pembangunan infrastruktur energi.

Selain mengantongi sertifikasi API 5L, Spindo juga telah memperoleh sertifikasi ISO 9001 serta memproduksi pipa sesuai berbagai standar internasional lainnya, seperti ASTM, BS, JIS, ISO, AS, hingga Standar Nasional Indonesia (SNI).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News