Bupati Delis Siap Membantu Calon Investor Baterai EV di Morowali Utara

IWIP Kebut Pengembangan Kawasan Industri untuk Komponen Baterai Kendaraan Listrik
Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi saat wawancara bersama KONTAN di rumah jabatan, Kolonodale, Morowali Utara, Sulawesi Tengah. KONTAN/Cheppy A Muchlis Selasa, 26 Juli 2022 | 08:09 WIB
Reporter: Tedy Gumilar Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - MOROWALI UTARA/JAKARTA. Upaya pemerintah pusat mendorong pengembangan industri baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) disambut pemerintah daerah dengan tangan terbuka.

Delis Julkarson Hehi, Bupati Morowali Utara menegaskan, pihaknya siap membantu calon investor, termasuk mempermudah segala perijinan yang terkait dengan kewenangan daerah.

Sebagai daerah penghasil, Morowali Utara memiliki cadangan nikel kadar rendah dalam jumlah besar. Namun, pemanfaatannya masih sangat sedikit lantaran smelter di Indonesia baru mampu mengolah nikel kadar tinggi. 

Dus, pembangunan pabrik bahan baku baterai EV diharapkan akan memberikan nilai tambah bagi ekonomi Morowali Utara. 

Di Kabupaten Morowali Utara sebagian besar nikel kadar rendah yang ikut tertambang selama ini hanya dibuang dan menjadi timbunan begitu saja. 

"Saat ini baru ada satu perusahaan yang mengapalkan nikel kadar rendah," ujar Delis kepada KONTAN.

Baca Juga: Berkat Baterai EV, Nikel Kadar Rendah Bakal Naik Status dari Paria Jadi Primadona

KONTAN bertemu dan mewawancari Delis dalam dua kali kesempatan; di Jakarta pada 8 Juli 2022 dan di rumah jabatan Bupati di Morowali Utara pada 19 Juli 2022.

Delis menyebut, pihaknya siap menyediakan sejumlah titik di wilayahnya untuk dijadikan pabrik bahan baku baterai EV, termasuk untuk penampungan limbah hasil pengolahannya.

"Kami siap menunjukkan lokasi yang pas dan mempermudah perijinan yang terkait kewenangan pemerintah daerah," tandas Delis.

Menurut Delis, saat ini ada lebih dari 30 perusahaan yang mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) nikel di Morowali Utara. Sementara untuk industri pengolahan, baru ada beberapa perusahaan, yakni PT Gunbuster Nickel Industry dan PT COR Industri Indonesia.

Sebagai informasi, fasilitas produksi pengolahan nikel PT Gunbuster Nickel Industry diresmikan Presiden Joko Widodo pada 27 Desember 2021. Smelter milik Gunbuster ini menghasilkan feronikel dengan kapasitas produksi 1.800.000 ton per tahun. 

Sementara smelter feronikel untuk bahan baku stainless steel milik PT COR Industri Indonesia berkapasitas 100.000 ton NPI/tahun. 

Merujuk situs resminya, PT COR Industri Indonesia merupakan anak usaha PT Central Omega Resources Tbk dengan kepemilikan 60%. Sisanya, 40% dikempit PT Macrolink Nickel Development.

Baca Juga: Nikel, Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Baterai EV dan Wajah Baru Bahodopi

Saat ini sejumlah investor baru dari Taiwan dan China juga sudah masuk ke Morowali Utara. Menurut Delis saat ini para investor tersebut tengah dalam tahap pembebasan lahan. Namun, hilirisasi nikel yang akan digarap tetap untuk memproduksi feronikel. 

"Belum ada yang untuk baterai. Saya dengar-dengar katanya karena investasinya lebih tinggi, Makanya minat investor lebih untuk membangun smelter feronikel," ujar Delis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait Jelajah Ekonomi Hijau Kontan
Jumat, 19 Agustus 2022 | 10:30 WIB EKONOMI HIJAU
Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:56 WIB EKONOMI HIJAU
Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:44 WIB EKONOMI HIJAU
Kamis, 18 Agustus 2022 | 22:19 WIB ENERGI HIJAU
Kamis, 18 Agustus 2022 | 22:00 WIB ENERGI HIJAU
Didukung oleh:
Barito Pacifik
GSI International Tbk
Bank Bukopin
Pertamina
Widodo Makmur Perkasa
pupukkaltim
Bank Mandiri
PLN
BNI
Telkom
BRI
Bank Mandiri
Blue Bird
INPP
Tokio Marine
Hotel Santika
Canon