Prakarsa Hijau Sanghiang Perkasa Memanen Energi Surya

IWIP Kebut Pengembangan Kawasan Industri untuk Komponen Baterai Kendaraan Listrik
Teknisi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) tengah melakukan quality control di pabrik PT Sanghiang Perkasa (KALBE Nutritionals) Cikampek Jawa Barat, Jumat (8/7/2022). Kamis, 18 Agustus 2022 | 22:00 WIB
Reporter: Ridwan Nanda Mulyana Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  Keberlanjutan bisnis dengan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG) menjadi isu krusial yang mesti dipenuhi oleh korporasi. Dalam tema ini, PT Sanghiang Perkasa mengambil langkah maju untuk menggenjot bauran energi terbarukan pada proses produksinya. 

Perusahaan produk nutrisi yang secara komersial dikenal sebagai KALBE Nutritionals ini tengah menggelar inisiatif hijau menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.

Seperti diketahui, energi dari matahari menyimpan potensi besar sebagai sumber listrik yang efisien dan ramah lingkungan. 

Lewat pengoperasian PLTS Atap, KALBE Nutritionals mengkonversi tenaga matahari menjadi energi listrik untuk menggerakkan pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Indotaisei Cikampek, Jawa Barat. 

Baca Juga: Salurkan Kredit Hijau, BNI Dorong Pengembangan PLTS di Indonesia

Anak usaha PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) tersebut membuat beragam produk nutrisi, terutama yang berbasis susu. Bermacam merek seperti Prenagen, Morinaga, Zee, Diabetasol, dan Entrasol, merupakan deretan produk yang digarap KALBE Nutritionals. 

Director of Supply Chain Management & Innovation PT Sanghiang Perkasa, I Gede Putu Eka Putra, mengungkapkan bahwa bahan baku produk yang dibuat KALBE Nutritionals dihasilkan oleh alam. Inisiatif hijau seperti penggunaan PLTS Atap menjadi bagian dalam upaya menjaga kelestarian alam.

"Apa pun yang kita lakukan, pasti ada dampaknya ke sekitar. Alam sudah menghasilkan bahan baku yang bagus buat kita, lalu kita berusaha menjaganya, saling terhubung," kata Putu kepada KONTAN, Senin (8/8).

Adapun, KALBE Nutritionals menggarap PLTS Atap ini bersama PT Aruna Cahaya Pratama (Aruna PV) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). Dukungan pembiayaan diberikan BNI kepada Aruna PV sebagai penyedia jasa pembangunan PLTS. 

Baca Juga: Emiten Menjajaki Metaverse, Bisa Jadi Katalis Positif di Masa Mendatang

Tak kurang dari 2.970 panel berderet rapi siap menyedot energi surya yang menyorot atap pabrik KALBE Nutritionals saat tim KONTAN Jelajah Ekonomi Hijau berkunjung, Senin (8/8) pagi. Fajar merah menyambut, pertanda dimulainya terik untuk memanen listrik. 

Masa persiapan untuk memasang dan uji coba PLTS Atap sudah dimulai sejak awal tahun 2022. Dioperasikan secara on grid, dari pemasangan 2.970 panel surya itu, total kapasitas yang bisa ditampung mencapai 1.603 kilo watt peak (kWp).

Beroperasi penuh sejak bulan Juli, PLTS Atap KALBE Nutritionals ini mampu menghasilkan rata-rata energi sekitar 5.000 - 6.000 kilowatt hour (kWh) per hari atau setara dengan 150.000 - 180.000 kWh dalam sebulan.

Asalkan terpapar sengatan matahari, PLTS Atap ini bisa menampung energi. Oleh sebab itu, listrik sudah terasa mengalir ke 11 panel inverter sejak pukul 07:00 WIB. Meski daya optimal baru akan terserap ketika puncak panas sekitar pukul 10:00 - 14:00 WIB. 

Baca Juga: Gandeng WIR Group, KALBE Nutritionals Jadi Perusahaan Nutrisi Pertama di Metaverse

Dalam sebulan terakhir, energi listrik yang dihasilkan mampu menyumbang sekitar 20%-30% total energi pabrik.  KALBE Nutritionals pun bisa menghemat biaya energi antara 2%-5%. Sedangkan bagi lingkungan, PLTS Atap ini diestimasikan bisa menekan emisi karbon hingga 2.104,66 ton per tahun.

"Bukan semata biaya, tujuan utama bagi kami bisa ikut berkontribusi memakai energi terbarukan. Ikut mengurangi emisi karbon yang menjadi tanggung jawab bersama, termasuk korporasi," imbuh Putu. 

Secara operasional, energi yang dihasilkan dari kapasitas terpasang PLTS Atap 100% digunakan untuk kebutuhan internal. Namun jika ada kelebihan energi, bisa dilakukan ekspor daya ke jaringan di luar KALBE Nutritionals atau dipasok ke pengelola listrik kawasan industri. 

Putu pun yakin, pemakaian PLTS Atap bisa menjadi benchmark yang memberi dampak bagi lingkungan sekitar.

"Kalau kapasitas berlebih, kelebihan itu dialirkan ke listrik kawasan. Sehingga yang tadinya masih memakai produksi konvensional, ikut terbantu, karena ada porsi energi terbarukan," ujarnya.

Menurut Putu, kerja sama strategis KALBE Nutritionals dan Aruna PV serta dukungan pembiayaan hijau (green banking) dari BNI dalam PLTS Atap ini juga menjadi cerminan pilar ke-17 Sustainable Development Goals (SDG's), yakni: kolaborasi. 

Baca Juga: Kalbe Farma (KLBF) Optimistis Kinerja Segmen Produk Nutrisi Berada Dalam Tren Positif

Oleh sebab itu, KALBE Nutritionals pun membuka diri untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak lainnya dalam progam pengembangan energi terbarukan. Termasuk menjajaki study lebih lanjut untuk peluang penambahan kapasitas PLTS di lingkungan pabrik. 

Tak hanya PLTS, Putu membeberkan bahwa KALBE Nutritionals juga tengah menjalankan sejumlah inisiatif lingkungan lainnya. Antara lain berupa program saving energy dan responsible waste disposal, mengolah limbah untuk menghasilkan produk sampingan yang bisa dimanfaatkan kembali.

"Komitmen kami menurunkan food loss dan waste dengan mengoptimalkan proses sehingga material dapat digunakan seluruhnya, memaksimalkan agar seluruh produk dapat dikonsumsi," terang Putu.

Selanjutnya, memanfaatkan produk yang sudah tidak bisa dikonsumsi menjadi bahan nutrisi tambahan pada peternakan black soldier fly alias maggot. Sejak 2020, ada sekitar 7.500 ton produk KALBE Nutritionals yang sudah dimanfaatkan mempercepat proses pembesaran maggot di lebih dari 15 titik distribusi. 

Baca Juga: Kalbe Nutritionals gandeng All Data International untuk turunkan angka stunting

KALBE Nutritionals juga bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan beberapa lembaga masyarakat mengembangkan site produksi maggot BSF di Lombok. Site ini sudah dapat mengelola sampah organik dari sirkuit Mandalika, pasar, rumah makan, dan hotel di Lombok Tengah. 

Di area manufaktur Cikampek ini, KALBE Nutritionals juga memiliki 250 lubang biopori untuk resapan air hujan dan menghasilkan kompos dari sisa makanan katering. Kemudian, kompos tersebut akan dikontribusikan dalam program penghijauan hutan kota. 

Head of Safety, Health, Environment (SHE) PT Sanghiang Perkasa, Mediwan Armandi Purba menyampaikan, inisiatif program hijau dan energi terbarukan ini juga mendapatkan dukungan dari segenap karyawan KALBE Nutritionals. Karyawan pun mengapresiasi program ini, termasuk dalam pemakaian PLTS Atap.

"Karyawan sangat mendukung penggunaan energi terbarukan di lingkungan perusahaan. Justru ini menjadi kebanggaan tersendiri, dimana perusahaan tempat bekerja berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon di Indonesia," tandas Mediwan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait Jelajah Ekonomi Hijau Kontan
Jumat, 19 Agustus 2022 | 10:30 WIB EKONOMI HIJAU
Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:56 WIB EKONOMI HIJAU
Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:44 WIB EKONOMI HIJAU
Kamis, 18 Agustus 2022 | 22:19 WIB ENERGI HIJAU
Kamis, 18 Agustus 2022 | 22:00 WIB ENERGI HIJAU
Didukung oleh:
Barito Pacifik
GSI International Tbk
Bank Bukopin
Pertamina
Widodo Makmur Perkasa
pupukkaltim
Bank Mandiri
PLN
BNI
Telkom
BRI
Bank Mandiri
Blue Bird
INPP
Tokio Marine
Hotel Santika
Canon