Bicara Data, Hyundai Adalah Raja Mobil Listrik di Indonesia

IWIP Kebut Pengembangan Kawasan Industri untuk Komponen Baterai Kendaraan Listrik
Pekerja membersihkan mobil listrik Hyundai Ioniq 5 Carolus Agus Waluyo/11/07/2022. Rabu, 20 Juli 2022 | 16:53 WIB
Reporter: Asnil Bambani Amri Editor: Asnil Amri

KONTAN.CO.ID - Sejak Hyundai Motor Company mengutarakan niat bikin pabrik di Indonesia, secara paralel pabrikan mobil asal Korea Selatan itu juga membawa mobil listrik ke Indonesia. Meski awal-awal masih impor utuh, namun kehadiran mobil-mobil listrik itu mendapat tempat di pasar Indonesia.

Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tahun 2020, mobil listrik dengan nol emisi dari gas buang itu tercatat terjual sebanyak 53 unit. Nah, dari total penjualan itu mayoritas atau 52 unit adalah merek Hyundai. Satu unit ternyata penjualan dari Lexus UX 300e.

Demikian pula dengan data penjualan mobil listrik tahun 2022, dimana Hyundai kembali menjadi mayoritas penjualan mobil listrik di Indonesia. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun 2021 mobil listrik Hyundai mendapatkan tambahan lawan yaitu Nissan dan DFSK.

Sepanjang tahun 2021, penjualan mobil listrik di Indonesia tercatat sebanyak 685 unit. Dari total penjualan ini, Hyundai tetap jadi jawara dengan penjualan 588 unit. Menyusul setelah itu Nissan Leaf sebanyak 42 unit dan Lexus UX 300e sebanyak 26 unit. Namun data Gaikindo ini belum menghitung impor mobil listrik yang dilakukan oleh importir umum. 

Memasuki tahun 2022, Hyundai masih kokoh menjadi penguasa pasar mobil listrik di Indonesia dengan penjualan 454 unit dari total penjualan 495 unit di paruh pertama tahun 2022. Dominasi Hyundai di mobil listrik tak lepas dari hadirnya Ioniq 5 di bulan Maret 2022 lalu. "Dari sisi harga, mobil Ioniq 5 lebih murah dibandingkan kompetitor setara," kata I wayan Bagiarta, Head Group Production Group Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI)

Wayan bilang, saat ini HMMI berusaha mengebut produksi seiring dengan naiknya pemesanan. Sampai bulan lalu, Wayan mencatat surat pemesanan kendaraan (SPK) yang masuk ke Hyundai sudah mencapai 2.300 unit. "Sementara kapasitas produksi bulanan kami baru 150 unit," kata Wayan.

Namun Hyundai tentu tak boleh jumawa, apalagi belakangan Wuling Motor dari China telah mendatangkan Wuling Air ev ke Indonesia dengan harga jauh di bawah harga Ioniq 5. Jika Ioniq 5 dibanderol di atas Rp 700 juta, Wuling Air ev dibanderol dikisaran Rp 250 juta. Meski beda kelas, namun kehadiran Wuling juga akan mengubah peta penjualan mobil listrik di Indonesia.  

Apalagi ada rencana dari Wuling untuk memproduksi mobil listrik tersebut di pabrik miliknya di Cikarang, tak jauh dari pabrik Hyundai.   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait Jelajah Ekonomi Hijau Kontan
Jumat, 19 Agustus 2022 | 10:30 WIB EKONOMI HIJAU
Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:56 WIB EKONOMI HIJAU
Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:44 WIB EKONOMI HIJAU
Kamis, 18 Agustus 2022 | 22:19 WIB ENERGI HIJAU
Kamis, 18 Agustus 2022 | 22:00 WIB ENERGI HIJAU
Didukung oleh:
Barito Pacifik
GSI International Tbk
Bank Bukopin
Pertamina
Widodo Makmur Perkasa
pupukkaltim
Bank Mandiri
PLN
BNI
Telkom
BRI
Bank Mandiri
Blue Bird
INPP
Tokio Marine
Hotel Santika
Canon