Dukung Green Tourism di Bali, Blue Bird Terapkan Blue Sky, Blue Life, dan Blue Corp

IWIP Kebut Pengembangan Kawasan Industri untuk Komponen Baterai Kendaraan Listrik
Mobil Listrik: Calon penumpang di gerai Mobil Listrik Blue Bird di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jum'at (8/7/2022). Selasa, 12 Juli 2022 | 21:09 WIB
Reporter: Azis Husaini, Bidara Pink Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -DENPASAR. Konsep green tourism bagi PT Blue Bird Tbk (BIRD) terdiri dari tiga pilar berkelanjutan. Ketiganya menyatu dalam budaya kerja perusahaan yang telah diterapkan. Dengan tiga pilar ini perusahaan ingin menjadi perusahaan transportasi yang mengedepankan bisnis berkelanjutan dengan menyatu ke alam.

Pertama, Blue Sky, yakni bagaimana menjunjung alam agar dirawat dan dijaga sehingga langit bisa lebih biru. Salah satunya adalah dengan menggunakan kendaraan listrik  di Bali, sedangkan di Jakarta bukan saja listrik tetapi juga taksi dengan bahan bakar CNG.

Kemudian kegiatan untuk penanaman mangrove dengan melakukan penghijauan agar kita terus memproduksi oksigen untuk kebaikan alam. Bagi manusianya, perusahaan juga melakukan CSR yang berkaitan dengan lingkungan

Kedua, Blue Life, yakni bagaimana memberikan kesejahteraan baik pengemudi dan lingkungan sekitar. Contohnya dengan memberikan pendidikan baik di luar Blue Bird maupun di internal Blue Bird.

"Kami memiliki Blue Academy. Ada program yang kami buat kurikulum bagaimana di internal melakukan pendidikan terhadap pengemudi dan karyawan," ungkap Vice president Marketing and Communication dan General Manager Group Area Bali Lombok PT Blue Bird Tbk Putu Gede Panca Wiadnyana, Kamis (7/7).

Ia mengatakan, dengan adanya pendidikan yang diberikan kepada karyawan maka Blue Bird bisa terus beradaptasi dengan cepat atas cepatnya bisnis. "Kami berikan kesempatan kepada anak SMK untuk magang di kami," terang dia.

Selain itu, perusahaan juga memberikan beasiswa kepada para anak-anak pengemudi meskipun saat itu ada pandemi covid-19. "Manajemen komit untuk tetap memberikan beasiswa pada putera puteri kami, woman empowerement khususnya di Bali, di Bali kami punya kegiatan Jegeg bunga desa dari anak-anak remaja seperti Miss Indonesia dan mereka hebat-hebat karena bisa berkancah internasional," terang dia.

Kemudian, kata Panca perusahaan juga memberikan edukasi kepada para anak-anak usia dini yang sedang hamil tetapi terpaksa tetap membantu orang tua di kebun.
 
Lalu, ada pengurangan stunting dan bagiamana mendidik mereka untuk membuka wawasan bahwa seorang perempuan bukan di dapur kasur sumur tapi boleh bercita-cita lebih tinggi.

Ketiga, Blue Corp, Perseroan mengupayakan peningkatan kualitas tata kelola bisnis perusahaan. Salah satunya dengan melakukan digitalisasi melalui MyBlueBird.

Dengan ketiganya itu, kata Panca, perusahaan bisa bertahan dari dampak pandemi covid-19 yang hampir dua tahun menghantam bisnis. Namun dari adanya pandemi pula telah memberikan ruang bagi perusahaan untuk melakukan konsolidasi internal untuk bisa masuk ke eksosistem digital secara paripurna.

Hasil dari konsoldiasi itu kemudian menghasilkan moto hygiene is new currency, lalu bagaimana kita low touch, dan terakhir tracking atau menjemput penumpang dengan cepat agar tak terlalu lama di kerumunan. Tiga hal ini kemudian yang perusahaan tekankan kepada para pengemudi taksi.

Kata Panca, dengan adanya pandemi Covid-19, perusahaan melihat bahwa kesehatan adalah suatu yang berharga untuk memberi kenyamanan di taksi Blue Bird."Kami datangkan temen-teman dari Dinkes untuk memberikan pemahaman kepada pengemudi tentang apa itu covid-19," ujar dia.

Dengan penerapan low touch, kata Panca para pengemudi mulai dikenalkan dengan digitalisasi terutama dalam sistem pembayaran. "Bagaimana pengemudi tidak terlalu banyak bersentuhan dengan uang dan program cashless society di Bali didukung oleh Blue Bird pusat dan beberapa diantaranya projectnya dilakukan di Bali," ucap dia.

Dalam kondisi ini, perusahaan melakukan peningkatan pendidikan dan pelatihan yang dilakukan oleh bagian Human Resources. Hal ini dilakukan agar ketika status pandemi menjadi endemi para pengemudi taksi Blue Bird sudah semakin lihai dalam mengatasi masalah di lapangan.

Misal saja, saat ini Blue Bird di Bali akan menyediakan kendaraan listrik. Hal ini tentu saja membutuhkan keahlian khusus dalam mengendarai, kemudian sistem pembayaraan non tunai memakai MyPertamina atau MyBlueBird. "Kami setiap hari ada pelatihan untuk meng-upgrade tentang pembayaran non tunai," ujar dia.

Ia mememaparkan bahwa bisnis Blue Bird mulai berjalan saat pembatasan dihapus oleh pemerintah terutama mengizinkan turis asing untuk kembali datang ke Bali.

"Akhir April ketika Bali sudah mulai dibuka untuk kedatangan internasional walaupun perkembangan tidak secepat dulu, jauh meningkat kondisinya dan kemudian mobil operasional kami secara bertahap meningkat dan bali secara keseluruhan sudah mulai bangkit," terang dia.

Panca menjelaskan, agar terus menjaga momentum membaiknya kunjungan ke Bali, perusahaan menekankan kepada para pengemudi untuk terus menjadi protokol kesehatan meskipun sudah melakukan vaksin booster. "Saat ini kami memiliki 430 armada taksi, tetapi baru berjalan sekitar 75%," urai dia.

Semarakan G20

Sementara itu, menurut Panca, sejak tahun 2018 Pemeritah Provinsi Bali sudah mengadakan kegiatan Bali Green Energy dan perusahaan sudah dilibatkan. "Kami sudah melakukan gerakan green energy sejak 2018. Kami mengawali kegiatan wisatawan yang berbasis lingkungan," ucap dia.

Iya mengatakan, pihaknya mulai meniadakan sampah plastik dengan dibantu oleh WWF. Dengan adanya kegiatan itu perusahaan sudah mulai menurunkan pemakaian 1,6 juta botol plastik yang digunakan. "Kami menghilangkan penggunaan plastik di operasional, waktu itu kami uji coba 1 Mei 2020 sampai sekarang," ujar dia.

Saat ini para pengemudi taksi wajib membawa tumbler untuk air minum. Tulisan wajib membawa tumbler juga dipasang di depan pintu masuk adminsitrasi saat pengemudi mulai operasional. Selain itu, perusahaan juga menambah terus mobil listrik.

"Saat ini sudah ada 5 unit taksi listrik dan mudah-mudahan bisa menambah lagi sampai 30 unit untuk support kegiatan G20 di bali," ungkap dia.

Ia menjelaskan, dengan taksi listrik perusahaan berupaya untuk menurunkan emisi. Sedangkan untuk taksi bensin perusahaan melakukan perawatan berkala agar emisi gas buang tidak terlalu tinggi."Kami ada maintanance setiap bulan ada panggilan servisnya, masuk bengkel dan termasuk di uji emisi," urai Panca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag
Berita Terkait Jelajah Ekonomi Hijau Kontan
Jumat, 19 Agustus 2022 | 10:30 WIB EKONOMI HIJAU
Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:56 WIB EKONOMI HIJAU
Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:44 WIB EKONOMI HIJAU
Kamis, 18 Agustus 2022 | 22:19 WIB ENERGI HIJAU
Kamis, 18 Agustus 2022 | 22:00 WIB ENERGI HIJAU
Didukung oleh:
Barito Pacifik
GSI International Tbk
Bank Bukopin
Pertamina
Widodo Makmur Perkasa
pupukkaltim
Bank Mandiri
PLN
BNI
Telkom
BRI
Bank Mandiri
Blue Bird
INPP
Tokio Marine
Hotel Santika
Canon