In Journey: Kawasan Mandalika Sudah Kebanjiran Investor Horeka dan Beach Club

IWIP Kebut Pengembangan Kawasan Industri untuk Komponen Baterai Kendaraan Listrik
Foto udara kompleks salah satu hotel di Kuta Beach Park the Mandalika, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (14/9/2021). Kamis, 14 Juli 2022 | 20:53 WIB
Reporter: Azis Husaini, Bidara Pink Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau In Journey terus mengembangkan lima destinasi super prioritas. Kelima itu adalah Mandalika NTB, Labuan Bajo NTT, Danau Toba Sumatra Utara, Likupang Sulawesi Utara, dan Borobudur Jawa Tengah.

Maya Watono Direktur Marketing PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau In Journey menjelaskan, dari lima destinasi tersebut perusahaan memiliki empat aset di sana melalui anak-anak perusahaan. Sementara untuk di Likupang, In Journey akan bekerjasama dengan BUMN terkait yang ada di sana ataupun Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. "Kami nanti bisa saja menjadi operator di Likupang," kata dia, kepada KONTAN.co.id, Kamis (14/7).

Ia menerangkan, dari kelima destinasi super prioritas itu Mandalika akan terus dikembangkan. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) itu memiliki 1.200 hektare (ha). Kawasan ini memang baru saja dibangun untuk kebutuhan Sirkuir Mandalika untuk ajang WSBK dan Moto GP Maret lalu. "Saat ini awareness Mandalika sangat tinggi. Saya rasa tidak ada yang tidak mengenal Mandalika sekarang setelah menggelar Moto GP," urai dia.

Bukan saja di dalam negeri, nama Mandalika juga sudah mengglobal. Maka itu perlu ada beberapa infrastruktur yang dibangun untuk mendukung keberadaan Sirkuit Mandalika yang kini sudah kebanjiran event. "Event waiting list di Sirkuit Mandalika. Sementara Juli ini ada investor akan membangun hotel, restoran, cafe. Sementara Agustus nanti akan dibangun beach club," ungkap dia.

Ia mengatakan, kawasan Mandalika akan mulai hidup dan memberikan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar sekitar tiga tahun lagi. "Memang tidak bisa cepat," ucap dia.

Maya melanjutkan, untuk wisata Borobudur agak berbeda. Perusahaan tidak melihat Borobudur sebagai tempat wisata yang harus dikunjungi banyak wisatawan. Akan tetapi, konsep tourism Borobudur adalah wisata konservasi. Sehingga keberadaan Borobudur harus dijaga keberlanjutannya. "Jadi tidak ada komersialisasi di Borobudur, yang ada adalah konservasi. Menjaga building agar tetap awet," ujar dia.

Kemudian Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Maya mengatakan, dengan luas 120 ha, kawasan TMII memang sudah lama tidak terawat. Untuk itu perusahaan melalui Kementerian PUPR sudah melakukan renovasi besar-besaran sehingga pada November 2022 bisa dibuka. "TMII jadi rangkaian lokasi yang akan dikunjungi negara G20," terang dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag
Berita Terkait Jelajah Ekonomi Hijau Kontan
Didukung oleh:
Barito Pacifik
GSI International Tbk
Bank Bukopin
Pertamina
Widodo Makmur Perkasa
pupukkaltim
Bank Mandiri
PLN
BNI
Telkom
BRI
Bank Mandiri
Blue Bird
INPP
Tokio Marine
Hotel Santika
Canon