Ingin Masuk Ekosistem Green Tourism, Sheraton Bali Kejar Sertifikat Green Building

IWIP Kebut Pengembangan Kawasan Industri untuk Komponen Baterai Kendaraan Listrik
Deputy Chief Operating Officer PT Indonesian Paradise Property Tbk Elvan Prawira Rabu, 13 Juli 2022 | 16:33 WIB
Reporter: Bidara Pink Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -BADUNG. Pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) atau lebih familiar dengan sebutan pariwisata hijau, menjadi salah satu yang tengah diperjuangkan oleh dunia, termasuk Indonesia. Sheraton Bali Kuta Resort menjadi salah satu pelaku pariwisata yang mengaku siap untuk mendukung asa pemerintah dalam menciptakan pariwisata yang ramah lingkungan.

Deputy Chief Operating Officer PT Indonesian Paradise Property Tbk Elvan Prawira menyebut, salah satu yang ingin dikejar oleh Sheraton dalam mendukung wisata hijau adalah menciptakan bangunan hijau (green building). Bahkan, Sheraton sedang mengejar sertifikat green building EDGE.

“Kami ingin mendapatkan green building dan sedang mengejar EDGE green building certification. Kami ingin mendapatkan itu untuk mendukung program pemerintah dan mendukung keberlanjutan lingkungan,” jelas Elvan saat ditemui KONTAN, beberapa waktu lalu.

Elvan menegaskan, dalam mendapatkan sertifikat EDGE tersebut, ada kriteria yang harus dilalui oleh Sheraton. Bila menilik dari laman resmi EDGE, kriteria sertifikasi EDGE ini harus hemat energi minimal 20% terkait air maupun energi yang terkandung dalam material.

Elvan juga menyadari, langkah Sheraton untuk lebih ramah lingkungan juga merupakan kewajiban dan tanggung jawab korporasi terhadap lingkungan. Tidak mungkin korporasi melakukan hal yang kemudian merusak lingkungan yang juga akan merugikan.

Selagi proses mendapatkan sertifikat bangunan hijau, rupanya Sheraton sudah melakukan langkah-langkah untuk lebih ramah lingkungan, seperti meminimalisir penggunaan plastik.

Bahkan, di hotel yang termasuk grup Sheraton seperti Yello dan Aloft, penyediaan sabun dan sampo di kamar menggunakan dispenser dan tidak menggunakan botol-botol plastik seperti biasanya.

Air minum yang disediakan dalam kamar pun juga berada dalam botol kaca untuk mengurangi sampah plastik. Dalam hal sedotan, juga Sheraton menggunakan sedotan kertas.

Pun dengan restoran yang ada di dalam hotel tersebut. Bagi pengunjung yang ingin membawa pulang makanan, maka disediakan kardus dari hasil daur ulang.

Sambil menyelam minum air, sembari mewujudkan wisata hijau, rupanya langkah yang dilakukan oleh Sheraton ini juga bisa menekan biaya. “Pastinya lebih murah. Namun, di satu sisi tetap ini mendukung pariwisata hijau. Ke depan kami juga mengarah untuk menggunakan teknologi yang hemat energi, seperti AC, chiller, dan lain-lain,” tandas Elvan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag
Berita Terkait Jelajah Ekonomi Hijau Kontan
Jumat, 19 Agustus 2022 | 10:30 WIB EKONOMI HIJAU
Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:56 WIB EKONOMI HIJAU
Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:44 WIB EKONOMI HIJAU
Kamis, 18 Agustus 2022 | 22:19 WIB ENERGI HIJAU
Kamis, 18 Agustus 2022 | 22:00 WIB ENERGI HIJAU
Didukung oleh:
Barito Pacifik
GSI International Tbk
Bank Bukopin
Pertamina
Widodo Makmur Perkasa
pupukkaltim
Bank Mandiri
PLN
BNI
Telkom
BRI
Bank Mandiri
Blue Bird
INPP
Tokio Marine
Hotel Santika
Canon