Ini Perkembangan Pembiayaan Kendaraan Listrik Perbankan

IWIP Kebut Pengembangan Kawasan Industri untuk Komponen Baterai Kendaraan Listrik
Pengemudi mobil listrik melakukan pengisian daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Wisma BCA Foresta BSD Tangerang, Banten, Selasa, 05 Juli 2022 | 12:23 WIB
Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan semakin aktif mendorong pembiayaan hijau sebagai bagian untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Salah satunya adalah dengan mendukung penyaluran kredit kendaraan listrik.

Penjualan mobil listrik di Indonesia semakin mengalami peningkatan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik per Mei 2022 telah mencapai 1.394 unit.

Adapun total penjualan mobil secara wholesale sepanjang lima bulan pertama tahun ini mencapai 381.667 unit. Artinya, persentase mobil listrik baru 0,36%.

Itu terdiri dari mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV), mobil berbasis baterai hibrida (plug-in hybrid electric vehicle/PHEV), dan kendaraan listrik hibrida (hybrid electric vehicle/HEV)

Angkat itu meningkat dari posisi kuartal I 2022 dimana penjualan mobil listrik mencapai 720 unit atau sekitar 0,27% dari total penjualan akumulatif mobil selama tiga bulan pertama itu yang mencapai 263.821 unit.

Baca Juga: Tata Motors Targetkan Penjualan 50.000 Kendaraan Listrik di Tahun Fiskal 2022-2023

Jika ditelisik ke belakang, Indonesia telah menjual kendaraan listrik 812 unit, lalu pada 2020 naik jadi 1.324 unit, dan pada 2021 meningkat lagi menjadi 3.205 unit.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) salah satu yang juga yang melayani kredit kendaraan listrik. Namun, Hera F Haryn, EVP Sekretariat dan Komunikasi Perusahaan BCA mengatakan, pengajuan pembiayaan kendaraan listrik pada perseroan tidak banyak karena penjualan mobil listrik masih relatif rendah meskipun sudah mulai bertumbuh.

Adapun per Maret 2022, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) BCA sudah mulai rebound dengan kenaikan 3,6% secara year on year (YoY) menjadi Rp 41,6 triliun.

"Pertumbuhan kredit BCA secara keseluruhan diikuti oleh perbaikan kualitas pinjaman, sejalan dengan kredit yang direstrukturisasi berangsur kembali," kata Hera pada Kontan.co.id. Senin (4/7).

Tahun ini, BCA menargetkan pertumbuhan kredit secara keseluruhan bisa mencapai 6%-8%. Hera bilang, pihaknya akan teris mencermati ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi penyaluran kredit tahun ini seperti mobilitas masyarakat yang diharapkan bisa kembali normal, suku bunga, likuiditas yang ada, dan lain sebagainya.

PT Bank CIMB Niaga Tbk melalui anak usahanya CIMB Niaga Finance (CNAF) telah mencatat kenaikan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan. Hingga Juni 2022, pembiayaannya mencapai Rp 22 miliar. Itu meningkat 87% dari periode yang sama tahun lalu yang baru mencapai Rp 11,7 miliar.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan, pembiayaan mobil ramah lingkungan tersebut baru mencapai 0,5% dari total realisasi kredit CNAF semester I 2022.

"Angka tersebut masih sangat kecil, tetapi rasio tersebut linier dengan ketersediaan dan penjualan kendaraan listrik di Indonesia yang juga masih belum terlalu besar," jelasnya.

Seiring dengan keperdulian umat manusia akan hidup sehat dan semakin seriusnya komitmen seluruh negara untuk menekan polusi udara hususnya yang ditimbulkan oleh kendaraan berbasis emisi buang, CIMB Niaga melihat prospek bisnis untuk segmen kendaraan ramah lingkungan akan semakin menarik dan semakin besar.

Tahun ini, CNAF menargetkan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan mencapai Rp 60 miliar atau meningkat dua kali lipat dari realisasi tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp 30,5 miliar.

Menurut Ristiawan, ada beberapa tantangan untuk pembiayaan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Pertama, infrastruktur pendukung seperti tempat pengisian batrei yang masih belum banyak dan mudah ditemui di berbagai tempat, ekosistem pendukung lainnya seperti bengkel, sparepart, dan yang lainnya belum sebanyak kendaraan beremisi buang.

Baca Juga: Dukung Wisata Hijau dan KTT G20, Blue Bird (BIRD) Siapkan Kendaraan Listrik di Bali

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai, kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) akan semakin prospektif ke depan karean peminat kendaraan ramah lingkungan yang efisien semakin banyak.

"Namun, saat ini jumlahnya belum begitu besar karena harga mobil listrik masih tergolong mahal dan belum masuk ke skala ekonomi masyarakat secara kebanyakan," kata Trioksa.

Menurutnya, kerja sama yang dilakukan PLN dan Bank Himbara baru-baru ini untuk mendukung pengembangan green ecosystem KBLBB nasional, khususnya untuk pembiayaan kepemilikan kendaraan listrik serta pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), bisa mendorong peningkatan penggunaan KBLBB ke depan.

Ia menekankan, saat ini perlu dukungan dari semua pihak untuk mempercepat akselerasi konsumsi mobil listrik. Dari perbankan, misalnya, perlu mendorong pembiayaan dengan bunga murah untuk kendaraan listrik atau stimulus lain yang bisa mendorong masyarakat beralih ke mibil listrik. 

Sementara dari pemerintah, lanjutnya, perlu adanya intervensi atau stimulus untuk membuat harga kendaraan listrik tersebut bisa terjangkau oleh masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait Jelajah Ekonomi Hijau Kontan
Didukung oleh:
Barito Pacifik
GSI International Tbk
Bank Bukopin
Pertamina
Widodo Makmur Perkasa
pupukkaltim
Bank Mandiri
PLN
BNI
Telkom
BRI
Bank Mandiri
Blue Bird
INPP
Tokio Marine
Hotel Santika
Canon