Gunakan PLTS Atap, Pupuk Kaltim Bisa Hemat Hingga 30% Kebutuhan Listrik Perkantoran

IWIP Kebut Pengembangan Kawasan Industri untuk Komponen Baterai Kendaraan Listrik
Panel surya digunakan di area perkantoran PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), Bontang, Kalimantan Timur. Kamis, 28 Juli 2022 | 23:02 WIB
Reporter: Noverius Laoli Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  BONTANG. PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mendukung penerapan clean energy melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Salah satunya adalah PKT menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLST) atap yang kini terpasang di area perkantoran perusahaan.

Staf Pengelola PLTS Atap PKT, Willis A.P, mengatakan, kehadiran PLTS Atap ini berhasil menghemat 20% sampai 30% kebutuhan energi PKT di area perkantoran. 

Konsumsi listrik di kawasan perkantoran PKT sendiri sebelumnya rata-rata mencapai di atas 150.000 kilowatt hour (KWh) per bulan. Kini setelah menggunakan PLTS Atap, konsumsi listriknya berkurang menjadi sekitar 139.000 KWh per bulan.

"Sejauh ini, kami masih fokuskan penggunaan PLTS untuk memenuhi energi di area perkantoran," kata Willis kepada KONTAN yang berkunjung ke area PKT, Bontang, Kalimantan Timur, Selasa (16/7).

Baca Juga: Pupuk Kaltim (PKT) Olah Limbah Plastik Jadi Bahan Aspal Jalan

Willis menjelaskan, PKT memiliki kapasitas terpasang sebesar 1.254,04 Kilowatt Peak (kWp) dengan spesifikasi output memiliki tegangan 3 phase 400 Volt. PKT juga menggunakan skema rooftop on grid tanpa baterai atau tersambung jaringan listrik PKT dengan total modul sebanyak 2.326 unit.

Pengembangan PLTS ini dimulai sejak Desember 2021 lalu yang dilakukan cucu PKT yakni PT Kaltim Daya Mandiri (KDM) yang bergerak di bidang energi penyedia listrik.

Karena menggunakan sistem on grid, maka Willis bilang, ketika PLTS mengalami kelebihan suplai karena dalam kondisi maksimum, maka kelebihan itu bisa langsung diekspor ke tempat lain secara otomatis.

Baca Juga: Bangun Pabrik Soda Ash US$ 250 Juta, Pupuk Kaltim Bidik Pasar Unilever Hingga Maspion

Sementara itu, sampai saat ini, produksi PLTS Atap PKT sendiri sudah mencapai 953 megawatt jam (MWH). "Kalau produksi hariannya sebesar 3,21 MWH, itu dengan kondisi matahari penuh," ujar Willis.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik sendiri, selama ini PKT masih mengandalkan pembangkit listrik batubara milik perusahaan. Meskipun sudah mandiri dalam sumber energi, tapi PKT berkomitmen mengurangi emisi karbon dengan mengembangkan energi terbarukan utamanya melalui PLTS Atap yang sudah mulai diterapkan.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait Jelajah Ekonomi Hijau Kontan
Jumat, 19 Agustus 2022 | 10:30 WIB EKONOMI HIJAU
Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:56 WIB EKONOMI HIJAU
Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:44 WIB EKONOMI HIJAU
Kamis, 18 Agustus 2022 | 22:19 WIB ENERGI HIJAU
Kamis, 18 Agustus 2022 | 22:00 WIB ENERGI HIJAU
Didukung oleh:
Barito Pacifik
GSI International Tbk
Bank Bukopin
Pertamina
Widodo Makmur Perkasa
pupukkaltim
Bank Mandiri
PLN
BNI
Telkom
BRI
Bank Mandiri
Blue Bird
INPP
Tokio Marine
Hotel Santika
Canon