Widodo Makmur Perkasa Optimistis Bisa Capai Efisiensi Hingga 20% dari Energi Hijau

IWIP Kebut Pengembangan Kawasan Industri untuk Komponen Baterai Kendaraan Listrik
Rumah Potong Hewan Unggas PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) sudah terinstall teknologi solar panel di Giritontro, Wonogiri, Jawa Tengah. Sabtu, 30 Juli 2022 | 13:36 WIB
Reporter: Noverius Laoli Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Widodo Makmur Perkasa (WMPP) mendukung program pemerintah untuk mewujudkan industri hijau atau green energi. Salah satunya dengan mengembangkan energi hijau untuk perlahan-lahan mengurangi penggunaan energi fosil.

Dalam upaya tersebut, Widodo Makmur telah menjalin kerjasama dengan SUN Energy dan Agra Surya Energy sebagai penyedia layanan solar panel di berbagai fasilitas produksi WMP Grup. Pada tahap awal, WMP Grup akan mengaplikasikan infrastruktur solar panel dengan kapasitas 37,7 MWp.

Corporate Secretary PT Widodo Makmur Perkasa, Puti Retno, mengatakan saat ini solar panel telah terpasang di sebagian fasilitas perseroan. Ia mengambil contoh seperti di fasilitas poultry, livestock, commodity dan meat processing atau rumah potong hewan.

Baca Juga: WMP Group gandeng SUN Energy dan Agra Surya untuk pengadaan solar panel

Puti menjelaskan, pengembangan industri hijau merupakan implementasi dari nilai-nilai WMPP. Karena itu, pengembangan industri hijau bagian dari rencana pertumbuhan jangka panjang.

Kendati begitu, WMPP melihat ada potensi efisiensi yang luar biasa dari penerapan energi hijau pada fasilitas-fasilitas perusahaan. 

"Kami harapkan betul ada efisiensi sekitar 15%-20% ke depannya, tapi saat ini belum bisa dijustifikasi, karena waktunya yang masih terlalu pendek untuk dinilai dibandingkan rencana jangka panjang," ujar Puti kepada KONTAN via telepon, beberapa waktu lalu.

Puti menegaskan, saat ini terlalu dini untuk menilai pencapaian pengembangan industri hijau di lingkup perusahaan. Bagaimana pun, Widodo Makmur membutuhkan waktu untuk mengembangkan dan mengevaluasi pengembangan energi hijiau agar semakin lebih baik.

Baca Juga: Transformasi energi tak terbendung, kini PLTS Atap mulai menciptakan bisnis baru

Puti menambahkan, untuk pengembangan energi hijau membutuhkan investasi yang tidak kecil tapi dilakukan secara bertahap. Kendati tak menyebut berapa nilai investasi yang telah digelontorkan WMPP untuk pengembangan solar panel tahap awal, tapi Puti memastikan pihaknya akan terus melakukan evaluasi untuk pengembangan energi hijau.

Berdasarkan catatan KONTAN,  WMPP telah mengandeng SUN Energy dan Agra Surya Energy untuk mengimplementasi infrastruktur solar panel di beberapa fasilitas produksi WMP Grup dan anak usaha. Kerjasa sama itu dimulai pada awal tahun 2022 ini.

Pada tahap awal, WMP Grup akan mengaplikasikan infrastruktur solar panel dengan kapasitas 37,7 MWp yang rampung pada kuartal I 2022, dari total target penggunaan energi terbarukan sebesar 158 MWp di tahun 2026. 

WMPP menyebut hal ini sebagai upaya transformasi keberlanjutan yang akan menghadirkan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat secara luas.

Baca Juga: Ketua Umum Kadin Optimistis Pengembangan Industri Hijau di Indonesia ke Arah Positif

Selain menggunakan instalasi panel surya untuk memenuhi kebutuhan energinya, WMPP juga mengembangkan fasilitas pengolahan limbah peternakan menjadi biofertilizer dan energi biogas untuk mendukung kebutuhan dari perkebunan jagung yang dikembangkan perseroan.

"Kami sudah punya fasilitas untuk melakukan pengolahan limbah, potensi kapasitas limbah 4.350 ton per bulan," ujar Puti.

Ia menjabarkan, saat ini WMPP fokus pada pengolahan limbah, utamanya kotoran ternak seperti sapi yang ada di fasilitas perusahaan. Biofertilizer ini dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman seperti jagung yang menjadi bahan baku pakan ternak perusahaan. Setelah diolah, pupuk ini didistribusikan kepada mitra perusahaan yang ada di sekitar lingkungan perusahaan.

"Jadi biofertilizer ini salah satu langkah kami dalam memastikan sustainability lingkungan dengan cara mengolah limbah," terangnya. 

Baca Juga: Manfaatkan Limbah Batubara FABA Untuk Timbunan Tanah, Pupuk Kaltim Klaim Jadi Pionir

Sementara untuk pengembangan biogas, Puti mengatakan sejauh ini perseroan masih mencari mitra terbaik dan masih melakukan uji coba dengan pihak-pihak yang akan menjadi mitra Widodo Makmur. Ia mengatakan, biogas ini penting bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan meminimalisir limbah.

"Kami berharap biogas bisa digunakan masyarakat di sekitar perusahaan," ujarnya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait Jelajah Ekonomi Hijau Kontan
Jumat, 19 Agustus 2022 | 10:30 WIB EKONOMI HIJAU
Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:56 WIB EKONOMI HIJAU
Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:44 WIB EKONOMI HIJAU
Kamis, 18 Agustus 2022 | 22:19 WIB ENERGI HIJAU
Kamis, 18 Agustus 2022 | 22:00 WIB ENERGI HIJAU
Didukung oleh:
Barito Pacifik
GSI International Tbk
Bank Bukopin
Pertamina
Widodo Makmur Perkasa
pupukkaltim
Bank Mandiri
PLN
BNI
Telkom
BRI
Bank Mandiri
Blue Bird
INPP
Tokio Marine
Hotel Santika
Canon